10 Destinasi Wisata Prioritas Indonesia

10 Destinasi Wisata Prioritas Indonesia

Nama daerah ini menjadi perbincangan hangat di tahun 2020 karena pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai salah satu destinasi tremendous prioritas. Artinya pemerintah akan memaksimalkan pembangunan pariwisata dari berbagai aspek. Daerah ini juga sedang dipersiapkan untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata.

Misalnya, Jogjakarta yang sekarang tumbuh di angka 6 persen dan diikuti oleh pertumbuhan angka okupansi hotelnya. Sandiaga Uno menyebut, kebijakan WFB mendapat dukungan dari Bank Indonesia . Mereka yang berada di level dewan gubernur dan beberapa biro akan WFB Mulai Juli 2021 secara bertahap.

Hanya wisatawan yang sudah berada di negara itu yang diizinkan untuk tinggal, demikian Kementerian Kesehatan India mengumumkan pada hari Rabu . Amerika Serikat memberlakukan larangan masuk dan melakukan Bandar Togel Online perjalanan selama 30 hari hanya untuk orang-orang yang berasal dari Eropa. Namun, larangan itu tidak berlaku bagi warga negara Amerika Serikat yang tinggal di Eropa dan sudah dites negatif virus corona.

Dengan bertambahnya jumlah kedatangan turis asing dikombinasikan dengan pertumbuhan PDB sebesar +5% dan pertumbuhan investasi, ada permintaan yang meningkat untuk lodge dan kondominium (yang menggabungkan ciri-ciri apartemen dan hotel), dan juga tempat-tempat konferensi dan pameran. Apabila target Pemerintah menyambut 20 juta turis asing pada 2020 tercapai maka ada kebutuhan besar untuk industri perhotelan negara ini. Terlebih lagi, Masyarakat Ekonomi ASEAN , yang akan dimulai pada akhir tahun 2015, mengimplikasikan hubungan dagang yang lebih intensif di wilayah ASEAN .

“Ada 55 juta warga Negara Indonesia kelas menengah di Indonesia yang sangat potensial digarap untuk bisa berwisata di dalam negeri,” ujar Sandiaga Uno dalam diskusi “Membangkitkan Optimisme Industri Pariwista Nusantara”, Kamis (4/3). Industri pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19. Anjar Budiani yang merupakan seorang Pemerhati Desa Wisata memaparkan tiga hal yang harus menjadi concern untuk membantu desa wisata. “Tiga hal tersebut adalah mendapatkan injeksi yang tidak mematikan kreativitas, mempersiapkan SDM yang berkualitas baik dari sisi hard ability maupun gentle talent, dan terakhir marketing dan aspek pasarnya,” ujarnya. Jika respons mereka cukup baik, buka obrolan tentang bagaimana rencana operasi resort, tempat wisata, agen travel, atau occasion organizer selama dan setelah pandemi berakhir. Informasi demikian tentu akan bermanfaat ketika mereka ingin menikmati jasa tersebut di kemudian hari.

“Salah satunya melalui akselerasi kebijakan OJK melalui relaksasi kredit dan restrukturisasi kredit penempatan dana oleh perbankan, dan dukungan revitalisasi dan pembangunan melalui DAK Pariwisata oleh Kemenkeu,” jelasnya di Jakarta, Kamis (27/5). Pedesaan terpencil yang jauh dari keramaian, climbing, pendakian, atau pantai tersembunyi bakal jadi wish list wisatawan. Alam terbuka memungkinkan mereka tetap bisa menjaga jarak fisik dan terhindar dari kerumunan orang, sekaligus bisa menghirup udara segar.

Pemerintah, melalui Kementerian Pariwisata pun bergerak untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya peran serta masyarakat dalam perkembangan pariwisata Indonesia. Salah satu contohnya adalah program Jendela Nusantara yang pernah diadakan tahun lalu oleh Kementerian Pariwisata. Bagi turis yang berkelana ke Likupang Barat, terdapat Desa Bahoi yang merupakan desa nelayan yang memiliki ekowisata mandiri untuk menjaga ekosistem laut. Ekowisata Desa Bahoi ini terdiri dari hutan bakau yang berada di tepi laut. Dr. Deria juga optimis geliat pariwisata akan bangkit dengan adanya vaksinasi massal.

Pariwisata Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Sejak pandemi corona Covid-19, pariwisata Bali mengalami penurunan yang sangat signifikan. Untuk meningkatkan pariwisata di Bali itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan program Work From Bali akan mulai diluncurkan secara bertahap pada kuartal III 2021. Memang diakui bahwa dengan keragaman SARA tersebut juga mengandung potensi konflik yang seringkali dapat menimbulkan kerusuhan sosial. Karena itu dalam rangka pengembangan pariwisata, selain terdapat sejumlah potensi yang dapat diandalkan, juga terdapat sejumlah hal yang dapat menjadi kendala.

Kamar Dagang dan Industri Indonesia mengklaim bahwa sektor pariwisata mengalami kerugian hingga Rp10 triliun akibat pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. ‌Upaya pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif perlu ditunjang oleh berbagai pihak, agar dapat berjalan dengan baik. Selain gencar mendorong deregulasi untuk mempermudah investasi dan proses izin usaha, pemerintahpun gencar membangun infrastruktur di sana-sini. Baik untuk memperbaiki kualitas infrastruktur di lokasi destinasi wisata maupun koneksitas antarkawasan di Indonesia.

“Konsep besarnya jaringan pariwista ini adalah sebagai wadah untuk mengumpulkan seluruh inventori komoditi potensi pariwisata diseluruh Indonesia. Untuk langkah awal ini kami ujicobakan di 5 destinasi wisata super prioritas,” paparnya. Saat ini orang lebih banyak mencari yang lokasi wisata yang less crowded, yang berorientasi alam terbuka, kesehatan wellness dan journey, dari segi penerbangan orang lebih suka yang direct fligh, atau kalo yang domestik protected traveling, pergi bareng keluarga,” katanya. Pemasaran pariwisata saat ini sangat bergantung pada penanganan pandemi Covid-19.

Comments are closed.