Dampak Besar Corona Terhadap Industri Pariwisata

Dampak Besar Corona Terhadap Industri Pariwisata

Taufan yang juga penulis buku Protokol Destinasi ini berpendapat bahwa desa wisata bisa menjadi opsi dari new normal vacation spot. “Ketika wisatawan lokal di bosan di rumahnya, selain staycation di resort misalnya, dia bisa jalan-jalan ke desa wisata. Dengan desa wisata bisa maju paling tidak UMKM, mesin daripada ekonomi di bisnis mikro,“ jelas Taufan. Panduan UNWTO juga menganjurkan negara-negara saat ini untuk fokus kepada pasar turis lokal hingga nantinya destinasi wisata siap sepenuhnya dibuka untuk pasar yang lebih besar yakni wisman. Ia mengusulkan pemerintah untuk mengembangkan destinasi wisata dengan protokol kesehatan yang ketat.

Di sisi lain, sektor pariwisata menyerap hingga 10 persen angkatan kerja dari 12,7 juta angkatan kerja. Apalagi, sektor pariwisata selama ini memiliki kontribusi besar terhadap produk domestik bruto , sekira 5,5 persen dari complete Rp280 triliun PDB. Hardono menyatakan manajemen Lorencia Water Park akan mematuhi kebijakan pemerintah kabupaten terkait operasional tempat wisata. Selain itu, pemerintah juga akan melanjutkan berbagai program stimulus yang sudah berjalan, misalnya subsidi bunga, restrukturisasi kredit dan Kredit Usaha Rakyat Pariwisata. Ia menyebut, terdapat secercah optimisme pertumbuhan di sektor pariwisata dapat terwujud. Kepala Bidang Pemasaran Dispar DIY Marlina Handayani menjelaskan DIY telah siap jika akan memberlakukan program Work From Jogja.

Dalam situasi sekarang ini, tidak begitu terlihat lagi adanya group tour, atau kegiatan-kagiatan pariwisata lainnya, baik itu berupa perjalanan, maupun pasar, ataupun pameran pariwisata, banyak event dan fam journey pariwisata terpaksa dibatalkan. Beberapa negara telah melakukan lock down terhadap negaranya, dan sebagian lagi melakukan pembatasan, sehingga mustahil pariwisata dapat berjalan dengan regular. “Sekali lagi tolong ini lapangannya diikuti dengan ketat sebelum kita membuka sehingga wisatawan baik domestik maupun luar bisa berwisata dengan aman dan masyarakat bisa produktif, utamanya bagi pelaku-pelaku pariwisata,” tegasnya. Jokowi menekankan bahwa pariwisata mesti produktif, tapi tetap aman dari COVID-19. Ia ingin pengawasan diperketat agar protokol kesehatan betul-betul dijalankan di lapangan. Menurut Cok Ace, pengusaha sektor pariwisata kemungkinan akan mengalami peningkatan biaya operasional hingga 20 persen demi beradaptasi dengan aturan baru selama kenormalan baru.

Selain itu, lanjut Putu Budiartha, akibat Covid 19 pada period new regular terhadap investasi kepariwisataan bidang ketenagakerjaan yaitu, pertama belum terbentuknya peleuang penerimaan tenaga kerja. Kedua, adanya pengurangan atau dirumahkannya pekerja, dan ketiga, kecenderungan untuk ada pemberhentian suka rela atau PHK. Untuk itu, lanjut Made Pria, Indonesia saat ini perlu bergerak cepat berlari dengan sesekali di selingi lompatan-lompatan. Dan kali ini, daerah-daearah yang dominan mengandalkan potensi wisatanya juga harus mampu menata kembali dan mengelola kelimpahan alamnya dengan menyesuaikan ketentuan era new normal dan tertap menjalankan kegiatannya seauai protokol kesehatan. Sertifikasi ini bertujuan untuk menegakkan serangkaian protokol kesehatan berdasarkan Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan,. Diperkenalkan pada Agustus 2020, program sertifikasi diluncurkan bersamaan dengan kampanye InDOnesia CARE, yang diprakarsai oleh Kemenparekraf.

Untuk pendistribusian paket Balasa, Kemenparekraf bekerja sama dengan kepolisian daerah. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Rapat Koordinasi Nasional bahas amplifikasi kebijakan, program serta langkah rekativasi dan pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif yang berdampak akibat pandemi COVID-19 tanggal November 2020 di Bali. Dalam kesempatan tersebut Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto menekankan kepada pihak di sektor pariwisata untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan. Dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat Bali sangat dibutuhkan untuk memulihkan keadaan pariwisata Bali. Pariwisata sebagai menyumbang ekonomi terbesar di Bali menjadi hal utama yang selayaknya diperbaiki pasca pandemi corona ini. Pemulihan yang terlambat akan merugikan masyarakat Bali khususnya sektor UMKM karena tidak adanya pendapatan selama pandemi corona.

Dikatakan President Director Biznet Adi Kusma, sektor pariwisata di Bali mengalami penurunan sejak pandemi dan banyak sekali resort dan lodge yang terdampak dari segi operasional maupun pekerja. Bayangkan berapa orang pekerja kehilangan pekerjaannya karena adanya kondisi ini. Adanya program Work From Bali ini menjadi sebuah titik terang bagi kebangkitan sektor pariwisata Bali. Selain itu, Citilink Indonesia selaku sister dari Garuda Indonesia juga sangat mendukung kebijakan yang dilakukan pemerintah dengan adanya diskon 50 persen untuk tiket pesawat domestik.

Pariwisata saat ini

Diharapkan, ujarnya, para pemangku kepentingan sektor pariwisata kreatif untuk menarik wisatawan domestik. Dengan demikian wisatawan domestik bahkan wisatawan lokal sebaiknya jangan dianaktirikan oleh pelaku jasa pariwisata di kemudian hari untuk menjaga keberlangsungan sektor pariwisata di Bali. Meskipun Cina sudah mengupayakan berbagai usaha untuk mencegah penyebaran virus corona dari Wuhan, kasus demi Slot Online Terpercaya kasus ditemukan di negara lain. Inovasi yang harus dilakukan adalah dengan terus melihat situasi kondisi terkini, riset kebutuhan pasar, dan menangkap tren pasar serta jangan segan untuk melakukan perubahan produk destinasi wisata sebagai upaya untuk tetap bertahan dan tetap dilirik oleh para wisatawan. Sektor penerbangan tetap membuka penerbangan internasional dari dan ke Bandara Soekarno Hatta.

Sebelum kita bepergian, alangkah baiknya untuk terlebih dahulu memahami aturan dan adat istiadat setempat dari daerah yang akan kita kunjungi. Misalnya, beberapa negara atau daerah bisa jadi menerapkan aturan berpakaian yang sopan dan kebijakan aktivitas malam hari yang cukup ketat. Janganlah menjadi turis menyebalkan atau menyinggung komunitas lokal dengan bertindak di luar kebiasaan mereka. Menjaga kenyamanan , melakukan pembangunan infrastruktur dasar misalnya jalan dan jembatan di tempat wisata. Pada akhirnya kita menuju ke new discourse of tourism serta diharap bisa memulihkan ekonomi pariwisata kita ke depan dengan tujuan akhirnya yakni kesejahteraan masyarakat.

Berbagai penanganan dampak pandemi yang terkait sektor pariwisata dapat dikelompokkan ke dalam kebijakan untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19 serta kebijakan untuk melindungi sektor pariwisata. Berdasarkan panduan UNWTO, negara-negara yang selama ini menggantungkan pendapatan melalui sektor pariwisata harus mulai mengembangkan visi pariwisata berkelanjutan . Hal ini penting karena destinasi wisata yang mengembangkan visi ini dianggap mampu terus berlanjut meskipun ada tantangan, tak terkecuali di saat pandemi.

Comments are closed.