Napas Baru Dunia Pariwisata Indonesia

Napas Baru Dunia Pariwisata Indonesia

Penanaman ini dilakukan sebagai bentuk usaha agar masyarakat desa wisata bisa bertahan hidup di tengah pandemi COVID-19. Peremajaan yang dimaksud di sini adalah usaha-usaha perawatan dan perbaikan dari sisi destinasi, akomodasi, maupun layanan agar tampak lebih updated dan segar. Di bidang kelembagaan dan SDM, pengelola destinasi wisata dapat mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan secara virtual atau on-line. Menurut Cok Ace, pengusaha sektor pariwisata kemungkinan akan mengalami peningkatan biaya operasional hingga 20 persen demi beradaptasi dengan aturan baru selama kenormalan baru. Kondisi ini disinyalir terjadi akibat anjloknya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali, baik dari dalam pun luar negeri. Sebagai pengingat, virus korona telah menyebar di luar Indonesia sejak akhir 2019, dan membuat sejumlah negara mulai membatasi kegiatan antarorang sejak awal 2020.

“Adanya pembatasan perjalanan dan kegiatan oleh pemerintah dan larangan masuk ke beberapa provinsi tertentu membuat pariwisata domestik makin terpuruk,” tutur Pauline. Namun demikian, imbau Demer, seluruh komponen pariwisata Bali harus tetap beradaptasi dengan kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19. Jangan sampai, euforia pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara membuat terlena. Selain water sport di Tanjung Benoa, olah raga air yang juga sering dicari oleh wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik adalah aktivitas Bali rafting. Untuk rafting di Bali sungai yang digunakan adalah sungai Ayung dan rafting di sungai Telaga Waja. Selain itu, buatlah saluran pemasaran atau chanel untuk memaksimalkan penjualan.

Di masa depan, kita akan melihat bahwa popularitas dari suatu destinasi wisata akan sangat ditentukan oleh seberapa baik negara atau wilayah itu mengendalikan virus corona. Tindakan pencegahan yang ada, dan bagaimana wabah ditangani sejak awal akan mampu meyakinkan para wisatawan bahwa mereka akan aman selama berada di negara atau lokasi itu. Pasca Covid-19, wisatawan akan memilih destinasi wisata yang dirasa suasananya dapat lebih mudah untuk mempertahankan kondisi menjaga jarak sosial. Biro perjalanan dituntut untuk bisa kreatif didalam merancang rencana perjalanan yang menghindari transportasi umum dan obyek wisata yang ramai. JAKARTA, investor.id – Optimistis kebangkitan sektor kepariwisataan dan ekonomi kreatif kini makin menguat seiring program vaksinasi Covid-19 dan berbagai kebijakan pemerintah terkait sektor pariwisata. Namun untuk membangun optimisme dunia pariwisata di tahun kedua Covid-19 membutuhkan kerja sama dari segenap pemangku kepentingan terkait.

Bagaimana keadaan pariwisata Indonesia

Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji literatur dari berbagai sumber, seperti berita di media massa, hasil penelitian yang relevan, dan kebijakan pemerintah. Analisis data dilakukan dengan kualitatif-interpretatif melihat pada perkembangan pariwisata dan fenomena kondisi pariwisata pada masa pandemi covid-19 ini di berbagai daerah wisata di Indonesia. Oleh karena itu dapat digambarkan model pariwisata di period new regular ini yaitu, tourism behavior, home tourist orientation, authorities policies, dan new tourism program. Pandemi COVID-19, Indonesia mengalami keterpurukan hampir seluruh industri kecuali bidang kesehatan, farmasi kegiatan sosial, informasi dan komunikasi, pengadaan air bersih, pengelolaan sampah, serta limbah daur ulang. Sektor yang paling terdampak yaitu transportasi, journey, gudang dan sektor penyediaan akomodasi serta makan.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Rapat Koordinasi Nasional bahas amplifikasi kebijikan, program serta langkah rekativasi dan pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif yang berdampak akibat pandemi COVID-19 tanggal November 2020 di Bali. Dalam kesempatan tersebut Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto menekankan kepada pihak di sektor pariwisata untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan. Ketiga, melakukan kerjasama dengan influencer luar negeri dan domestik untuk mempromosikan pariwisata Bali pasca pandemi corona.

Namun kita hendaknya tidak hanya sebatas menghitung dan mengkaji dampaknya, namun diperlukan langkah-langkah konkrit dalam menyelamatkan industri yang menjadi tulang punggung banyak orang ini. Namun demikian para ahli percaya, pariwisata tiap negara masih tetap bisa bangkit kembali ketika wabah Covid-19 telah usai. Minat untuk berlibur di benak masyarakat tidak akan pernah mati, tetapi tentu akan jauh lebih berhati-hati setelah adanya wabah ini.

Pertama, mempersiapkan setiap tempat wisata dan perhotelan untuk membentuk konsep baru. Cara ini akan menarik wisatawan mancanegara dan domestik untuk datang ke Bali pasca pandemi corona. Kedua, memanfaatkan alokasi dana APBN yang sudah disiapkan pemerintah pusat secara maksimal. Pemerintah pusat telah menganggarkan dana pemulihan pariwisata Indonesia sebesar 3,3 Triliun ke sepuluh destinasi wisata termasuk Bali dengan skema penyaluran dana yang sudah disiapkan oleh pemerintah pusat. Selain memberikan insentif berupa potongan harga 50 persen untuk tiket pesawat, pemerintah juga menurunkan pajak resort dan restoran di 10 destinasi wisata tersebut sehingga tarifnya dinolkan. Untuk itu, pemerintah akan mensubsidi atau memberikan hibah kepada pemerintah daerah yang terdampak akibat penurunan tarif pajak resort dan restoran di daerah sebesar Rp three,3 triliun.

Hal ini akan berdampak pada jumlah wisatawan jika terjadi kesalahan yang merugikan banyak pihak termasuk negara. Kelima, bekerjasama dengan tempat wisata, perhotelan, dan restaurant untuk melakukan branding dan promo wisata seluas – luasnya. Masyarakat baik domestik maupun mancanegara tentunya mengalami kejenuhan setelah berbulan – bulan menjaga jarak dengan cara berdiam dirumah. Situasi ini harus dimanfaatkan sebaik – baiknya untuk dapat menarik wisatawan memilik Bali sebagai destinasi menghilangkan kejenuhan pasca penanganan pandemi corona. Sebagai daerah penyumbang 28% devisa negara keadaan ini akan sangat merugikan masyarakat Bali dan Negara.

Secara garis besar, kondisi pandemi COVID-19 ini membuat seluruh pengelola destinasi maupun pelaku usaha wisata melakukan banyak cara untuk dapat bertahan hidup . Akibat pandemi ini, tak sedikit karyawan hotel yang dirumahkan sementara, bahkan terkena PHK . Selain itu, Citilink Indonesia Togel Online Terpercaya selaku sister dari Garuda Indonesia juga sangat mendukung kebijakan yang dilakukan pemerintah dengan adanya diskon 50 persen untuk tiket pesawat domestik. Hal ini dilakukan untuk eningkatkan daya tarik masyarakat Indonesia untuk melakukan perjalanan pariwisata dengan biaya yang cukup murah.

Lantas, seperti apa langkah pemerintah untuk membangkitkan pariwisata dalam negeri? Belum lama berlalu, Presiden Jokowi melakukan pergantian kabinet kementeriannya. Tidak hanya menyajikan keunggulan pariwisata dari dalam negara, perlu ada promosi untuk menaikkan kesadaran masyarakat dunia. Indonesia meraih Best of Show-Cultural Display dalam LATAS (LA Travel & Adventure Show) pada Februari 2018. CMT China The Holiday Exhibition memberikan predikat Best Showcase Exhibitor Award.

Comments are closed.